Jenis Sumber Belajar
Pengklasifikasian sumber belajar menurut Edgar Dale (1954) terinci seperti dalam kerucut pengalaman seperti telah dikemukakan di atas. Sedangkan menurut Wallington (1970) bahwa peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulus dan informasi kepada siswa. Dengan demikian maka untuk mempermudah klasifikasi sumber belajar itu kita dapat mengajukan pertanyaan seperti “apa”, siapa”,”di mana”, dan “bagaimana”. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan Wallington tersebut, kemudian dapat disusun klasifikasi sumber belajar sebagai berikut:
Komponen dan Faktor Sumber Belajar
Sumber belajar dapat dipandang sebagai suatu sistem karena merupakan satu kesatuan yang di dalamnya terdapat komponen-komponen dan faktor-faktor yang berhubungan dan saling berpengaruh satu sama lainnya yang selalu dapat dipandang sebagai satu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
b. Faktor-faktor yang berpengaruh kepada Sumber Belajar Perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini sangat mempengaruhi sumber belajar yang digunakan. Pengaruh teknologi bukan hanya terhadap bentuk dan jenis sumber belajar, melainkan juga terhadap komponen-komponen sumber belajar. Nilai-nilai budaya setempat sering ditemukan bahan yang diperlukan sebagai sumber belajar dipengaruhi oleh faktor budaya setempat, misalnya nilai-nilai budaya yang dipegang teguh masyarakat, terutama pada jenis sumber belajar seperti tempat bekas peninggalan upacara ritual pada masa lampau yang masih dianggap tabu oleh masyarakat setempat untuk dikujungi akan sulit dipelajari atau diteliti sebagai sumber belajar. Keadaan ekonomi pada umumnya. Sumber belajar juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi, baik secara mikro maupun secara makro dalam hal upaya pengadaan, jenis atau macam, dan upaya penyebarannya kepada pemakai. Keadaan pemakai. Pemakai sumber belajar jelas memegang peranan penting karena pemakailah yang memanfaatkanya sehingga sifat pemakai perlu diketahui, misalnya berapa banyak pemakai sumber belajar itu, bagaimana latar belakang dan pengalaman pemakai, bagaimana motivasi pemakai, apa tujuan pemakai memanfaatkan sumber belajar itu.
Memilih sumber belajar
Memilih sumber belajar harus didasarkan atas kriteria tertentu yang secara umum terdiri dari dua macam ukuran, yaitu kriteria umum dan kriteria berdasarkan tujuan yag hendak dicapai.
a. Kriteria Umum
- Ekonomis. Dalam pengertian murah. Ekonomis tidak berarti harganya selalu harus rendah, bisa saja pengadaan sumber belajar itu cukup tinggi, tetapi pemanfaatannya dalam jangka panjang terhitung murah.
- Praktis dan sederhana. Artinya tidak memerlukan pelayanan serta pengadaan sampingan yang sulit dan langka, atau tidak memerlukan pelayanan yang menggunakan keterampilan khusus yang rumit.
- Mudah diperoleh. Dalam arti sumber belajar itu dekat, tidak perlu diadakan atau dibeli di toko atau pabrik.
- Bersifat fleksibel. Artinya bisa dimanfaatkan untuk pelbagai tujuan instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai budaya, dan keinginan berbagai pemakai sumber belajar itu sendiri.
- Komponen-komponennya sesuai dengan tujuan, merupakan kriteria yang penting. Sering terjadi sumber belajar mempunyai tujuan yang sesuai, pesan yang dibawa juga cocok, tetrapi keadaan fisik tidak terjangkau karena di luar kemampuan disebabkan oleh biaya yang tinggi dan banyak memakan waktu.
b. Fungsi Sumber Belajar Berdasarkan Tujuan Sumber belajar guna memotivasi, terutama berguna untuk siswa yang lebih rendah tingkatannya, dimaksudkan untuk memotivasi mereka terhadap mata pelajaran yang diberikan. Misalnya dengan darmawisata, gambar-gambar yang menarik, cerita yang baik, dll, yang tujuannya untuk membangkitkan minat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan-pertanyaan, memperjelas masalah, dll. Sumber belajar untuk tujuan pengajaran, yaitu untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Kriteria ini paling umum dipakai dengan maksud untuk memperluas bahan pelajaran, melengkapi pelbagai kekurangan bahan, sebagai kerangka mengajar yang sistematis.Sumber belajar untuk penelitian, merupakan bentuk yang dapat diobservasi, dianalisis, diatat secara teliti, dan sebagainya. Jenis sumber belajar ini diperoleh seara langsung dari masyarakat atau lingkungan. Sumber belajar yang dirancang dan membantunya melalui rekaman audio maupun video.Sumber belajar untuk memecahkan masalah. Beberapa ciri yang harus diperhatikan yaitu:
(1) Sebelum mulai perlu diketahui: Apakah masalah yang dihadapi sudah cukup jelas sehingga bisa diperoleh sumber belajar yang tepat? Apakah sumber belajar bisa disediakan? Di mana bisa diperolehnya?;
(2) Mempertimbangkan bukti-bukti: Apakah sumber belajar masih aktual? Bagaimana jenisnya? Adakah sumber lain yang dapat dipakai?;
(3) Membuat kesimpulan: Benarkah kesimpulan yang diambil atas dasar sumber belajar itu?Sumber belajar untuk presentasi. Ini hampir sama dengan yang dipergunakan dalam kegiatan instruksional. Di sini lebih ditekankan sumber sebagai alat, metode, atau strategi penyampaian pesan. Fungsi sumber belajar ini bukan sebagai penyampai pesan atau informasi ataupun data, melainkan sebagai strategi, teknik, atau metode.

0 komentar:
Posting Komentar